Selulit, Siapa Takut ?
Satu hal yang paling
mengganggu kaum wanita terkait dengan kesehatan kulit tubuhnya adalah
masalah selulit dan strech mark --guratan warna putih di kulit. Adanya
selulit dan strech mark itu mengganggu keindahan kulit karena kulit
terlihat benjol-benjol seperti kulit jeruk dan bercak putih.
Selulit tidak pandang bulu dan menimpa siapa saja baik usia muda dan
tua, tidak hanya pada orang gemuk, bahkan pada orang yang kurus
sekalipun.
Sebenarnya apa itu selulit itu dan bagaimana mengatasinya? Selulit
merupakan suatu lapisan lemak di bawah kulit yang terletak di atas otot.
Jika selulit hanya melibatkan lapisan-lapisannya saja, mungkin selulit
tidak akan terlihat. Masalahnya, ada sebuah jaringan serat yang
menghubungkan otot ke kulit. Jaringan itulah yang membuat
kantong-kantong lemak di mana lemak terkumpul atau menekan lapisan lemak
yang normal.
Banyak wanita Indonesia yang sering mempersepsikan selulit sebagai suatu
ketidaksempurnaan bagi tubuh mereka. Sebenarnya, selulit hanya merupakan
suatu istilah yang kita pakai untuk menggambarkan strech mark berupa
lipatan-lipatan lemak pada permukaan kulit bagian tubuh tertentu.
Mengapa hanya wanita yang sering mengalami selulit? Selulit memiliki
hubungan dengan lemak, dan wanita cenderung menyimpan lemak di
tempat-tempat berbeda yang lebih besar dibandingkan pria. Terutama di
bagian dalam dan luar paha, pinggang dan pantat. Oleh sebab itulah
selulit seringkali muncul didaerah tersebut.
Faktor-faktor yang berperan menimbulkan selulit adalah
kegemukan/obesitas, pola konsumsi makanan yang tidak sehat, kebiasaan
mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein.
Makanan pedas juga berpengaruh terhadap pembentukan selulit karena
toksin yang diproduksi berkumpul dalam kelenjar lemak tersebut. Selain
itu, merokok. Kegiatan tersebut tidak hanya berakibat buruk bagi kulit
dan paru-paru, tetapi juga dapat melemahkan kulit yang disebabkan
tersumbatnya kapiler, sehingga dapat merusak hubungan kelenjar yang
berpengaruh pada timbulnya selulit.
Masih ada sebab lain yaitu stress dan kurangnya istirahat dapat
menyebabkan otot tertekan. Itu dapat juga menyebabkan hubungan kelenjar
yang menutup otot ikut tertekan. Ketegangan juga menghalangi kelenjar
dan mencegah pembuangan sampah dengan lancar. Kurang olahraga dan
kebiasaan duduk yang lama memberikan andil terbentuknya selulit.
Agar selulit tidak berlama-lama betah ditubuh Anda, simak tips berikut
ini.
Pertama, berolahraga secara teratur. Olahraga membantu membuang racun
dan kelebihan lemak di bawah kulit. Hindari alkohol dan banyaklah minum
air putih. Kurangi juga mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
gula, mentega, lemak hewani dan garam. Dan perbanyak makan makanan yang
mengandung banyak protein, buah-buahan dan sayur-sayuran.
Kebiasaan ini membantu melancarkan proses pembuangan lemak dan
mengurangi risiko terbentuknya selulit. Banyak dokter dan ahli diet
menyatakan ada hubungan antara kurangnya suplai darah dengan sel lemak,
yang kemudian membentuk cairan sebagai pemicu tumbuhnya selulit akibat
tidak memperhatikan makanan.
Makanan yang sebaiknya dikurangi
1. Garam
Karena garam yang kita makan sebagian besar tersembunyi dalam makanan
olahan, sulit bagi kita untuk menghindarinya. Cara terbaik kurangi
konsumsi makanan olahan terutama makanan yang dikemas dalam plastik,
karton atau kaleng. Ganti dengan buah dan sayuran segar, buncis, tempe,
daging tidak berlemak dan ikan.
2. Kafein
Cobalah usahakan untuk minum maksimum satu cangkir kopi atau teh setiap
hari. Kombinasi kafein yang banyak dan kebiasaan duduk di kursi saat di
kantor sepanjang hari dapat mengakibatkan pengerutan pembuluh darah dan
sirkulasi darah menjadi tidak efisien.
3. Gula
Gula yang terlalu berlebihan dalam tubuh disimpan sebagai lemak, karena
itu hati-hati dengan biskuit, permen, kue, coklat dan ice cream. Bacalah
kemasan untuk mengecek jumlah gula yang terkandung pada setiap produk
dan jangan terkecoh dengan iklan kemasan yang menyatakan "95 persen
bebas lemak." Anda mungkin tidak tahu kalau mereka telah mengurangi
lemak dan menggantinya dengan gula.
Makanan yang sebaiknya dimakan lebih
1. Protein
Makan makanan yang mengandung protein dua kali sehari karena protein
adalah nutrisi penting bagi pertumbuhan yang sehat dan memperbaiki sel.
Protein dapat ditemukan dari produk susu, tempe, daging tanpa tidak
berlemak dan ikan.
2. Buah-buahan dan sayuran
Tidak ada pengecualian, buah-buahan dan sayuran adalah dua jenis makanan
yang wajib dalam program makan sehat. Pilihlah buah dan sayuran yang
berwarna terang karena mengandung antioksidan seperti wortel, mangga,
blueberries, kiwi, cabe rawit, bayam, tomat.