Food Combining, Menyesatkan ?

Sepintas food combining seperti ilmu gizi yang kita kenal. Istilah-istilah gizi, seperti protein, vitamin, serat dan lain-lainnya juga digunakan. Namun konsep gizi mereka sangat menyesatkan.

Menurut mereka makanan kita dibagi dalam kelompok-kelompok, seperti protein meals, neutral foods, starch meals, buah-buahan, sayuran, buah manis, salad dressings, salading, dan bumbu serta rempah. Ada kelompok yang tidak boleh digabung, oleh karenanya harus dimakan secara bergiliran.

Manusia sesungguhnya tergolong makhluk omnivora, yakni pemakan daging dan tumbuh-tumbuhan. Manusia termasuk juga jenis mammalia (binatang menyusui) dengan tingkat perkembangan evolusi yang paling sempurna.

Tuhan telah mempersiapkan manusia secara sangat sempurna, termasuk dalam hal sistem pencernaan yang sangat siap untuk mencernakan semua jenis makanan manusia (bukan makanan harimau ataupun makanan kambing).

Bahwa sistem pencernaan manusia itu sempurna tertunjang oleh berbagai fakta:

Usus kita itu panjangnya mencapai hampir 4 meter (380 centimeter usus halus dan 110 centimeter kolon atau usus besar). Permukaan dalam usus (lumen usus) memiliki trilyunan villi (jonjot-jonjot) yang masing-masing terdiri atas trilyunan micro-villi (anak jonjot), dan kesemuanya ini akan membuat permukaan-dalam usus menjadi sangat luas (permukaan usus halus saja luasnya mencapai luas sebuah lapangan tenis!). Sistem ensim kita juga sangat sempurna.

Kita memiliki ensim-ensim golongan amilase (ensim pencerna hidrat arang), protease (pencerna protein), dan lipase (pencerna lemak). Walaupun semua ensim itu berada di bawah kontrol sistem saraf, masing-masing kelompok ensim tersebut bekerja mandiri. Kesemuanya ini membuat usus kita sangat mampu mencernakan berbagai jenis makanan (manusia), pada saat yang bersamaan.

Dengan adanya kenyataan di atas ini, maka apabila usus kita masih dianggap tidak mampu mencernakan protein dan tepung secara bersamaan, maka ini sama saja dengan meremehkan dan menghina penciptaNya, yaitu Tuhan!

Bisa Fatal

Food combining akan sangat berbahaya bila diterapkan pada mereka yang hanya memiliki cadangan tubuh pas-pasan, apalagi jika sedang sakit. Dalam kondisi seperti ini, kekurangan akan zat-zat gizi diambilkan dari jaringan-jaringan yang seharusnya tidak bolah dikonsumsi, yakni jaringan organ-organ tubuh vital.

Jika dalam kondisi tersebut dipaksakan menerapkan food combining, akan merusak badan dan bisa menimbulkan akibat fatal. Food combining juga tidak boleh diterapkan pada anak dan remaja dalam masa pertumbuhan. Yang pasti, pola makan itu tak akan pernah diterapkan di unit gawat darurat rumah sakit!

Melalui food combining orang dipaksa memakan berbagai jenis makanan secara bergiliran. Dengan sendirinya dalam kurun 24 jam, total makanan yang dikonsumsi sedikit dan pada gilirannya berat badan berkurang.

Setiap saat tubuh memerlukan zat-zat gizi (hidrat arang, protein, lemak serta zat-zat gizi lainnya) secara lengkap. Pada orang gemuk (kelebihan cadangan gizi) bila ia hanya memakan tepung, maka zat-zat gizi lain bisa diambil dari cadangan tubuh. Karena itu food combining hanya bisa diterapkan pada mereka yang kelebihan gizi atau cadangan tubuhnya prima (orang yang fit).

Singkatnya, kebutuhan manusia normal sebenarnya hanya dapat dipenuhi dengan menu seimbang, yaitu menu makanan yang diseimbangkan atau disesuaikan dengan kondisi saat itu. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat-zat gizi lengkap, yang secara proporsional dapat dikurangi jumlahnya bila sudah berlebih, dan ditambah bila masih kekurangan. @ (Dr. Walujo Soerjodibroto, Ph.D/Senior)

home