Info Kesehatan, Antara Fakta dan Fiksi
Namanya juga info, tentu saja berguna bagi mereka yang membaca, melihat
atau mendengarkannya. Namun begitu Anda tetap harus mewaspadai nilai akurasi
yang tercantum dalam info tersebut. Caranya? Anda bisa melihat beberapa hal
berikut ini:
1. Jangan percaya dengan janji-janji surga. Misalnya, tidak sedikit
iklan bahkan artikel yang mengungkapkan bahwa Anda bisa dengan mudah menurunkan
berat badan 1 kg dalam waktu dua hari. Padahal, berdasar catatan sejarah dan
ilmu biologi pun membuktikan kalau hal tersebut tidak mungkin terjadi, lho.
2. Banyak produk kesehatan khusus atau suplemen diet mengklaim sebagai
produk yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit inilah, ampuh membantu proses
itulah, atau memiliki ramuan rahasia. Ya, namanya juga promosi. Padahal,
banyak produk yang sebetulnya tidak memiliki khasiat sebagaimana klaim yang
digembar-gemborkannya tersebut.
3. Jangan percaya rekomendasi berdasarkan satu sumber saja. Pasalnya,
sebagus apapun informasi tersebut, akan lebih baik jika Anda melakukan lagi cek
dan ricek dengan sumber yang lainnya.
4. Untuk menarik perhatian konsumen, tidak jarang pihak produsen
melibatkan kalangan selebriti untuk mempromosikan barang dagangannya. Seperti
produk obat pelangsing serta produk kosmetik. Para selebriti itu seolah menjadi
bukti keampuhan produk-produk keluaran para produsen tersebut. Padahal sih
belum tentu para pesohor tersebut benar-benar menggunakan produk yang
diiklankannya, lho.
5. Umumnya para pakar nutrisi setuju dengan pemikiran bahwa sebetulnya
tidak ada yang namanya makanan paling baik atau buruk. Yang ada adalah makanan
yang baik dan diet yang buruk. Satu jenis makanan misalnya, tidak akan membuat
seseorang menjadi kegemukan atau menjadi sakit saat mengkonsumsinya. Demikian
pula sebaliknya. Satu jenis makanan belum tentu bisa menurunkan berat badan
atau membuat seseorang menjadi lebih sehat. Semua itu harus didasari dengan
aturan konsumsi yang baik.
6. Jika Anda merasa telah menjadi korban dari gembar-gembor produk
nutrisi, cepatlah untuk menentukan pilihan. Yang terpenting adalah jika Anda
menganggap bahwa produk yang Anda konsumsi justru menjadi penyebab terganggunya
kondisi kesehatan, segeralah untuk menghubungi dokter.
Mudah-mudahan dengan beberapa langkah di atas Anda bisa menjadi seorang konsumen
yang kaya info dan bukan korban dari info itu sendiri.
(berbagai sumber/eno)